SEPI dan DINGIN

Di saat aku merasa begitu dekat dengan kematian saat itu aku ingin sekali merasakan kasih sayang yang pernah kau berikan dulu. Tak seperti sekarang kamu begitu acuh tak acuh padaku dingin dan keras sepeti balok es yang tak mudah cair oleh panas apapun. Sebegitu kerasnya dirimu sekarang 😢 sampai aku tak tahu lagi bagaimana mencairkan hatimu yang dingin itu. Saat saat seperti aku ingin merasakan dekapan kasih sayangmu walau tak berwujud setidaknya berikan aku sedikit perhatianmu. Apakah aku harus selalu mengemis kasih sayang padamu ?. Aku tahu kamu berbeda dengan yang lain tapi setidaknya memgertilah hatiku pahamilah aku walau yang kamu itu hanya sedikit saja aku tak apa 😟. Aku sudah berusaha mungkin menjaga dan mempertahankan semua ini walau pada akhirnya aku hanya akan mendapatkan luka luka luka dan luka. Aku memilihmu sebagai alasan aku mengambil keputusan terbaikku. Meskipun aku tahu kau begitu aku mencoba menerima segalanya. Aku sadar dan tahh kalau perbedaanmu itu bisa saja membuatku sakit dan terluka. Tapi akankah kamu ingin melihatku pergi dengan seribu luka yang telah kau torehkan selama ini ?. Banyak orang orang diluar sana menawarkan hatinya untukku. Namun, aku menolak semuanya. Aku tak ingin menyianyiakan perjuanganmu untukku disana aku tak ingin membuatmu kecewa aku tak ingin menyakitimu. Kau tahu selama ini telah banyak luka yang sebenarnya kau goreskan dihatiku namun, aku tahu kau juga yang akan menjadi penyembuhnya. Saat ini aku mohon padamu kembalilah seperti dulu kembalilah aku tak tahan dengan sikap yang kau perlihatkan padaku. Itu begitu dingin begitu keras . mungkin saat ini kau bosan dengan diriku yang selalu sakit sakitan setiap saat. Tapi mau bagaimana lagi aku sakit seperti ini juga karna sikapmu yang sangat dingin padaku. Seandainya kau tak seperti ini mungkin aku tak akan banyak pikiran dan jatuh sakit terus menerus. Semua hal tentang ku telah aku ceritakan padamu. Terkecuali sakitku saat ini. Aku menyembunyikan sakit ini karna aku tak ingin kau semakin dingin dan cuek padaku. Semakin bertambah waktu sakitku sebenarnya semakin parah dan kamu sengaja tak aku beri tahu. Tubuhku menghianati aku. Memberontak dan melawan terhadapku. Kadang aku tak sanggup menahannya. Ini begitu sakit sakit sekali hingga rasanya kematian berada tepat di depan mataku. Aku begitu takut. Seluruh tubuhku tak bisa aku kendalikan. Tuhan... Ampunilah segala dosa dosaku selama ini. Berilah aku sedikit waktu sebentar lagi. Aku ingin bisa menemaninya hingga ia suksek dengan apa yang dia cita citakan. Aku ingin selalu menemaninya, melindunginya, menjaganya sebisaku semampuku sekuat aku bersujud memohon dan berdoa kepada Allah. Meskipun tubuh ini tak sekuat dan setegar dulu. Aku tak meminta lebih darimu aku hanya inginkan kau kembali seperti dulu itu saja sudah cukup bagiku. Aku begitu sangat menyanyangginya sanga. Aku selalu berdoa kepada Allah untuk jangan pernah meninggalkanmu jikalau aku sudah tak sanggup bersamamu. Aku tak ingin kamu sampai menyesal atas semuanya saat aku telah pergi darimu. Kamu tak akan pernah tahu betapa aku mencintaimu. Dan itu akan kamu rasakan saat aku pergi darimu. Cinta denhan kesabaran dan kesabaran telah aku berikan semampuku bertahan. Aku tak butuh balasan apapun yang aku inginkan kamu tahu saja itu sudah cukup. Untuk saat ini aku akan tetap bertahan dalam puing puing sisa kasih sayangmu dulu. Dan aku berharap bisa terus tegar dan kuat untukmu.

Komentar